Sedikit mengerti hakikat CINTA

Published 20 Mei 2009 by arney

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engaku mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

(afzan m. wahab*)

Catatan 240209

Published 24 Februari 2009 by arney

It’s Tuesday, 24th February 09 Wakakakakakakak… dasar cowo,, bisa2nya manusia yang namanya DI** …datang lagi di hidupku,, dia pikir aku bisa dibuat pelampiasan cintanya pada cewe-nya… kurang ajar,, emangnya guwa cewe apaan…xixixixixix… Tunggu aja… gmn aku bias buat cowo2 model dia jadi insap,,heheheheheh…. Entah kenapa wajah2 en nama2 cowo datang dan pergi dari hidupku… dengan membawa kisahnya sendiri2… yang pasti belum da yang bener dah… yang bisa bikin daku bener2 lope beneran… cinta mereka semua semu… mereka semua sering tertipu pada fisik semata,, dua hari yang lalu ada cowo sms pengen kenal namany KHA***,, dengan segala rayuannya di bilang aku cantik (hwehwehwehweh) emang dia pikir aku seneng dipuji kaya gitu… beuhhhh… cape deh… cowo2 gampang sekali ditipu dengan pandangan mata,,,,,,,,,,, Mereka kok gak nyadar ya…kalo cantik dan fisik itu hanya sementara…hanya sementara…sementara…. Emang dasar.. Pengen deh …kisagku kaya di lagu “Nuansa Bening”…hehehe…. Siapa ya yang bisa mencintaiku dengan bener2 tulus……….????@#!$@#%$%^#^ Aku nungguin kamu pangeran… aku janji bakal setia en mengabdikan diriku dengan benar padamu……………………my husband,, Who is he? Kikikikikikikikik….. lope…lope…. Aneh deh,, Cowok2 cowok…. Tapi bener makin aku tau banyak en kenal sama cowo makin aku ngerti mana yang baek,, ciee tambah dewasa ajah nie guwah….hehehehe

sakitnya patah hati…

Published 26 September 2008 by arney

Ya Allah…

aku hampir tak percaya jika selama 4 tahun ini sia2…

Ini pelajaran buatku…agar aku lbh hati2 lagi… gak boleh terlalu sayang sama orang…

Seharusnya aku tau…gak ada yang patut untuk ku sayang dan gak ada yang bisa menyayangiku sempurna selain ENGKAU…. Ampuniku ya ALLAH.. beri aku kesabaraN dan kekuatan…

sophaholic….mau berubah,,yuuuuuk!!!

Published 2 Maret 2008 by arney

Hayooooooo sapa yang shopaholic aliyas demeeeeeeeeeeeeeeeeeen banget belanja,, sering tergoda sama diskon di mall padahal kita tau kita gak terlalu butuh sama tuh barang…duh,, percaya gak,,kalo hobby kaya gitu itu bisa bikin hidup gak teratur en sengsara…pokoknya kuarang baek deh…kecuali kalo duitnya segudang en gak habis2..hehe..

Apakah kamu termasuk shopaholic ? Punya pikiran berubah?

Ar punya sedikit tipsnya nih… -baca selengapnya..->

Tatapan Penuh Cinta………

Published 23 Januari 2008 by arney

Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia sedang tidur?

 

Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat

itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari

seseorang.

 

Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun

bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang

paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah

bengisnya.

 

Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa

badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa

rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai

terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk

kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, rela melakukan apa saja

asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

 

Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda. Hmm…kulitnya mulai keriput

dan tangan yang dulu halus membelai- belai tubuh bayi kita itu kini

kasar karena tempaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari

mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan

mengomeli kita semata-mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya,

itu sering kita salah artikan.

 

Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu…

Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya…

 

Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang

mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu.

 

Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa

banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk

kebahagiaan anda.

 

Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah

kenapa selau saja nampak besar.

 

Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi

melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur.

 

Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan

ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.

 

Tanpa kata, tanpa suara dia berkata… “betapa lelahnya aku hari ini”.

Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah

kita.

 

Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras

mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat

yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.

 

Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan

menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan

seketika membuncah jika mengingat itu semua.

 

Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka “orang-orang

terkasih itu” tak lagi membuka matanya, selamanya …

:: MengenaLi diRi sendiRi ::

Published 17 Januari 2008 by arney

Kunci proses pengembangan diri adalah mengenal diri sendiri. Ini tidak hanya berlaku bagi keberhasilan di bidang karier, melainkan juga di berbagai bidang kehidupan lainnya, termasuk keluarga, sosial masyarakat, dan spiritual. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang mengetahui apa yang mesti jadi tujuan hidupnya. Ia menyadari kemampuan dan bakat-bakatnya serta tahu bagaimana menggunakannya demi mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia lebih mampu menemukan makna dan kepenuhan dari hidupnya.

-…baca selanjutnya…->

“Cinta tak bisa dibuktikan melalui Seks”

Published 17 Januari 2008 by arney

Cinta Tidak Bisa Dibuktikan Melalui Seks ..

Paulus Subiyanto, Pendiri Lembaga Pemberdayaan Relasi Suami-Istri “New  Life Institute” di Bali .

 Seks bukan ujian bagi cinta, justru sekslah yang ingin diuji oleh  seseorang dan yang dihancurkan oleh pengujian itu sendiri. (Walter > Trobisch) 

 Memiliki kecerdasan seksual berarti kau berani bersikap kritis dan menolak kebohongan-kebohongan yang sering dilontarkan orang seputar hubungan seksual. Kebohongan yang mencoba memberi alasan pembenar dan menjebakmu untuk melakukannya. Karena sering kali hubungan bisa terjadi “begitu saja”, tanpa sempat untuk berpikir dan membuat pilihan maka saatnya sekarang kau tahu 5 kebohongan yang sering menjebak korbannya: 

 1. Seks Sebagai Bukti Cinta > >

Bagi wanita sering kali seks dipahami sebagai merasa “dirinya diinginkan” maka sering kali pria membohonginya dengan dalih meminta “bukti cinta”. Padahal setelah melakukan hubungan seksual, justru sebaliknya yang  didapat: rasa bersalah, gelisah, kotor, dimanfaatkan, takut, dll. Cinta tidak bisa dibuktikan melalui seks, melainkan melalui kesediaan untuk membiarkan orang lain tetap mandiri dan bebas. Jelas, melalui seks orang akan kehilangan kemandiriannya, dan terjadi ketergantungan secara emosional. Jika kau cerdas, jangan mau dibohongi untuk melakukan hubungan seks sebagai bukti cinta. Seks hanya bisa menjadi ungkapan cinta sejauh ada komitmen dan tanggung jawab. Di luar itu, seks tãdak akan pernah menjamin apa-apa. Coba kau refleksikan diri, apakah dorongan untuk “merasa diinginkan” begitu kuat dalam dirimu? Apakah selama ini orang-orang dekat (orangtua, saudara-saudara, teman teman) kurang menerima dan menyayangimu? Jika jawaban “ya”, kau harus lebih hati-hati menghadapi kebohongan yang pertama ini.

2. Seks untuk Merasa Mampu > >

Kaum pria sering kali lebih menghayati seks sebagai dorongan untuk merasakan bahwa dirinya “mampu”. Rasa rendah diri atau ketidakmampuan di bidang bakat dan tidak memiliki prestasi bisa menjadi pemicu untuk merasakan bahwa dirinya memiliki kemampuan melalui hubungan seksual. Dalam hal ini, seks bukan hanya sebagai pemuas ketegangan nafsu, melainkan juga memenuhi hasrat untuk merasa mampu. Sering kali pria merasa bangga jika bisa melakukan hubungan seks, apalagi dengan beberapa orang. Padahal, semakin mencari pemuasan secara seksual, semakin terperosok dalam dan kebencian terhadap diri sendiri. Memang setiap manusia memiliki kebutuhan untuk diakui, namun terlebih dahulu kau harus belajar mengakui dan menerima diri sendiri. Kau juga harus yakin bahwa setiap manusia memiliki bakat atau potensi tertentu, yang jika dengan tekun dan gigih dikembangkan bisa menolong untuk memenuhi kebutuhan akan pengakuan. Apakah kau merasa tidak puas dengan apa yang kaucapai sekarang ini? Apakah > kau merasa rendah diri karena merasa tidak memiliki kemampuan apa-apa?  jawaban “ya”, berhati-hati terhadap jebakan kebohongan yang kedua 

3. Seks Harus Dicoba > >

Ada yang beranggapan bahwa seks sama dengan keterampilan atau alat lainnya, perlu dicoba dan dilatih sebelum digunakan secara permanen. Pertama, anggapan ini merendahkan seksualitas manusia sebagai “barang” seperti mobil yang perlu test drive sebelum dibeli. Bisa diramalkan, nantinya orang yang menganut aliran ini akan mudah berganti pasangan seperti halnya berganti mobil sesuai selera dan mode. Kedua, sebagai keterampilan, jangankan manusia, binatang pun tak pernah belajar bisa melakukan hubungan seks. Dengan demikian, yang perlu dicoba dan dilatih selama masa pacaran sebenarnya adalah komitmen dan tanggung jawab. Jangankan seks, ketika kau masuk toko busana pun ada barang tertentu yang  tidak boleh dicoba: pakaian dalam. Nah, kalau bungkusnya saja tidak boleh dicoba, apalagi “isi”nya! Berhadapan dengan kebohongan ketiga ini, tak ada cara lain kecuali memasang pengumuman “JANGAN COBA COBA MENCOBA SEKS!”

4. Seks Memperkokoh Hubungan > >

 Kebohongan lain yang sering kali menggoda pasangan yang sudah cukup lama menjalin hubungan adalah “untuk memperkokoh hubungan”. Mereka merasa sudah menemukan banyak kecocokan, lalu berpikir apa salahnya melakukannya. Apa  bedanya antara sekarang dan nanti? Ketakutan akan kehilangan hubungan juga  mendorong orang untuk melakukannya demi memperkokoh hubungan. Padahal,  hubungan akan tumbuh semakin kokoh apabila masing-masing pihak semakin memiliki dan menghargai kebebasannya untuk menjadi dirinya sendiri. Hubungan seks memang akan “melekatkan”, namun tidak memperkokoh, justru merapuhkannya. Manusia akan kehilangan motivasi apabila tujuannya sudah tercapai, apa yang didambakan sudah diraih. Dinamika pertumbuhan hubungan justru akan mengalami kemandekan karena hubungan seksual, biarlah masing-masing pihak belajar menunda keinginan dan menempatkan hubungan seks sebagai “hadiah terindah” untuk diri sendiri dan pasangannya pada saatnya nanti. Ibarat tanah dan tanaman, hubungan akan menyediakan diri  untuk tumbuh suburnya kehidupan seksual. Hanya di dalam hubungan yang kokoh, dengan sendirinya hubungan seksual pun lebih bermakna. Jika kau tergoda untuk melakukan hubungan seksual karena merasa hubungan sudah beres, justru pada saat itulah kau perlu mencoba menemukan apa yang tidak beres dalam hubunganmu.

5. Seks Mendewasakan > >

Secara biologis, usia tiga belas tahun pun organ seksual sudah “dewasa”, sudah komplit dan siap berfungsi sebagaimana layaknya orang dewasa. Namun secara psikologis, remaja masih membutuhkan proses pemelajaran dalam hubungan bersama orang lain, mengelola emosi dan berbagai dorongan yang ada dalam dirinya, termasuk hasrat seksualnya. Kebohongan sering mengambil logika keliru “agar dewasa maka perlu hubungan seks”. Orang dewasa adalah mereka yang mampu memilih dengan bebas terhadap perilakunya. Setiap pilihan perlu pertimbangan masak-masak dan memperhitungkan risikonya. Setiap pilihan menuntut tanggungjawab dan komitmen yang tinggi, bukan didasarkan suka dan tidak suka, atau keterpaksaan dan ketakutan. Ketika orang mengambil keputusan untuk menikah, pertama-tama bukan demi seks, namun keyakinan bahwa hubungannya akan “digaransi” oleh komitmen dan tanggung jawab. Sebelum orang memutuskan untuk berhubungan seks, terlebih dulu (dan yang lebih utama) ia harus menimbang masak-masak hubungan macam apa yang akan menjadi landasannya. Jadi, seks tidak mendewasakan, melainkan sebaliknya kedewasaanlah yang menentukan seks.

Latihan: > >

1. Duduklah dengan tenang.

2. Pikirkan perjalanan hubunganmu dengan pacar.

3. Singkirkan fantasi-fantasi seks yang mungkin muncul lalu coba renungkan kebohongan mana yang sering menyusup dalam hubunganmu. 

4. Buatlah komitmen dengan diri sendiri terlebih dahulu, nantinya sampaikan kepada pacarmu bahwa kau ingin menjaga hubungan agar tak dicemari dengan hubungan seksual.

Mantra: > >

Aku mau menguji diriku 

Dengan menunda keinginan untuk berhubungan seks

Belajar saling menghormati agar hubunganku semakin kokoh

Aku pasti mampu 

 (SMART SEX)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.