:: Mencintai dengan sedeRhana ::

Published 5 Februari 2008 by arney

Mencintai Dengan Sederhana

Ini bukan judul sinetron, bukan judul novel ataupun cerpen, tapi sebuah

renungan sederhana tentang rasa, hati dan akal kita merespon sebuah kata

“cinta”. Cinta menjadi kata yang menarik saat kita dengar atau kita baca,

karena biasanya kita reflek mengasumsikan kata “cinta” dengan hubungan

laki-laki dan perempuan, walaupun kita juga paham bahwa kata “cinta” tak

sebatas itu… terlepas dari berbagai intrepretasi apapun tentang cinta,

selalu ada hal yang menarik bicara tentang hal yang satu ini.

 

“Cinta” adalah anugerah terindah dari Allah untuk setiap makhluknya. Jika

kita hanya berpikir bahwa cinta diberikan untuk manusia saja, sepertinya

pandangan kita keliru. Allah menurunkan rasa cinta atau kasih sayang kepada

semua makhluk, tak terkecuali hewan dan tumbuhan. Walaupun hewan dan

tumbuhan tidak mempunyai akal untuk mengejawantahkan rasa cinta. Namun jika

perhatikan bunga tidak mekar dengan sendirinya, anak kucing tidak menjadi

mekar dengan serta merta, ada kerjasama yang unik antara tanah, air dan

peranan manusia untuk merawat, agar bunga mekar bersemi indah.

 

Ada sebentuk “kasih” dari sang induk kucing tatkala anaknya lahir,

belalaiannya, pelukannya, jilatan lidahnya… tanpa kasih sayang, tak

mungkin semua unsur alam berpadu dengan sempurna, tanpa kasih sayang tak

mungkin keharmonisan itu tercipta… Subhanallah! Indah sekali episode yang

disuguhkan Allah lewat tumbuhan dan hewan.

 

Dengan kasih sayang dan cinta setiap bentuk keindahan itu terwujud. Saya

sempat merenung cukup lama, menyadari bahwa “kasih sayang” saya untuk

orang-orang di sekitar saya yang paling dekat belum seindah maknanya. Kerap

perselisihan kecil menimbulkan kebencian dan rasa sakit hati. Kadangkala

kecewa merajai hati dan tertutup keinginan untuk kembali bercanda ataupun

bercengkrama… Masya Allah!

 

Sudahkah saya memposisikan cinta yang saya punya dengan benar? Sudahkan rasa

sayang yang saya miliki berjalan pada koridor yang tepat? Sudah pulakah

Allah menjadi prioritas utama di atas segala prioritas yang lain untuk saya

cintai setulus hati?

 

Sahabatku… jangan pernah berpikir mencintaiNya adalah sesuatu yang sulit,

dan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu saja… kita hanya butuh

tekad dan niat yang kuat, juga strategi untuk mencapai cintaNya.

 

Ada sebuah langkah sederhana untuk menata hati menujunya. yaitu, libatkan

Allah dalam aktivitas kita sehari-hari. Mulai bangun pagi hingga tidur

kembali…tahajud, shalat shubuh dan tilawah Qur’an adalah sebuah awal

menuju tempat aktivitas, baik dengan kendaraan pribadi ataupun kendaraan

umum siapkan semua indera kita untuk me-rasa-i dan melihat segala kejadian.

 

Angkot adalah salah satu tempat yang cukup efektif untuk melihat kebesaran

Allah. Para penumpang dihadapan kita atau disamping kita adalah salah stu

ciptaan Allah yang bisa memberi perenungan-dalam untuk sebuah keyakinan.

 

Perhatikan saja salah satu anggota badan, misal hidung. Lihatlah, betapa

bentuk hidung setiap orang amat pas, Allah pasangkan dengan anggota wajah

yang lain. Subhanallah!

 

Nikmati perjalanan dengan hati yang riang, langkahkan kaki menuju tempat

aktivitas dengan langkah dzikir. Rasakan semilir angin pagi, segarnya

pepohonan yang ribun dengan daun-daunnya. Hirup udara sepuas-puasnya. Dan,

ber-hamdalah adalah akhir pagi itu. Pagi terlewti dengan pikiran yang

tenang, tubuh yang rileks dan hati yang dipenuhi dzikir…

 

Bukanlah Allah hadir di aktivitas kita saat itu? Siang, sore, malam… kita

bisa percaya diri untuk melewatinya dengan Allah di samping kita.

 

MencintaiNya ternyata tidak begitu rumit, sangat sederhana, dengan hal-hal

kecil yang terjadi di sekeliling kita, dan berproses menuju hal-hal besar

seiring dengan pemahaman keilmuan kita, dan waktu akan terus menumbuhkan

rasa cinta kita kepadaNya. Mencintai dengan sederhana…

 

Mari kita mulai saat ini…! Insya Allah… Walahu’alam Bishawab. (dari

seorang Sahabat -dpanz-)

Iklan

2 comments on “:: Mencintai dengan sedeRhana ::

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: